Surakarta Luncurkan Sistem Evaluasi Pelayanan Publik Berbasis AI
Pemerintah Kota Surakarta memperkenalkan sistem evaluasi pelayanan publik berbasis kecerdasan buatan yang diklaim mampu memantau kinerja setiap unit layanan secara real time. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat transformasi pelayanan publik dan memastikan birokrasi daerah mampu memenuhi standar efisiensi dan transparansi yang ditetapkan pemerintah pusat. Sistem ini menganalisis ribuan data setiap hari, mulai dari kecepatan layanan hingga pola keluhan masyarakat.
Wali Kota Surakarta menyebut bahwa penggunaan AI tidak hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai strategi untuk menutup celah pelayanan yang selama ini sulit dianalisis secara manual. Data dari aplikasi pengaduan, survei kepuasan, dan laporan lapangan kini diproses otomatis menjadi rekomendasi kebijakan. Setiap OPD diwajibkan membaca laporan mingguan dan menyiapkan rencana perbaikan berbasis data.
Di tahap awal implementasi, sejumlah kantor pelayanan seperti Dinas Dukcapil dan puskesmas menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketepatan waktu pelayanan. Sistem AI membantu mengidentifikasi jam-jam sibuk, kesalahan proses input data, hingga distribusi pegawai yang tidak merata. Dengan informasi tersebut, pimpinan instansi dapat menyusun strategi penyesuaian tenaga kerja.
Masyarakat pun merasakan perubahan nyata. Antrean di beberapa kantor pelayanan menurun karena penataan ulang jam kunjungan dan konfigurasi loket. Warga mengaku pelayanan lebih cepat dan pegawai lebih responsif karena adanya pemantauan sistem. Pemerintah menilai respons positif ini sebagai indikator awal keberhasilan penggunaan teknologi dalam reformasi birokrasi.
Ke depan, pemerintah kota berencana mengintegrasikan sistem ini dengan aplikasi Smart City Surakarta agar data pelayanan dapat dilihat secara publik. Dengan demikian, warga bisa memantau tingkat kinerja instansi dan ikut berperan dalam pengawasan layanan publik secara lebih transparan.