Laboratorium Pelayanan Publik

Laboratorium Pelayanan Publik pada Program Studi D4 Administrasi Negara Universitas Negeri Surabaya dibentuk sebagai sarana pengembangan kompetensi mahasiswa dalam memahami sekaligus mempraktikkan konsep pelayanan publik. Laboratorium ini berperan sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan teori administrasi publik dengan praktik nyata, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan konseptual, tetapi juga keterampilan teknis dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi pelayanan publik. Di dalam laboratorium ini, mahasiswa dapat melakukan simulasi berbagai bentuk pelayanan, seperti pelayanan kependudukan, perizinan, maupun pelayanan berbasis digital, sehingga mereka terbiasa menghadapi situasi yang menyerupai kondisi birokrasi sesungguhnya. Selain itu, laboratorium ini juga menjadi wadah riset dan inovasi, di mana mahasiswa dapat meneliti sekaligus menawarkan solusi atas berbagai persoalan pelayanan publik yang relevan dengan dinamika masyarakat dan pemerintahan saat ini. Melalui keberadaannya, laboratorium ini berfungsi sebagai jembatan antara dunia akademik dan praktik administrasi negara, sekaligus memperkuat kualitas lulusan agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam peningkatan tata kelola pelayanan publik di Indonesia.



Ruang Diskusi

Laboratorium diskusi adalah ruang atau wadah yang disediakan oleh perguruan tinggi sebagai media pembelajaran interaktif, di mana mahasiswa dapat berlatih mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, serta mengasah keterampilan komunikasi akademik. Laboratorium ini tidak berupa laboratorium fisik dengan peralatan seperti di bidang eksakta, melainkan lebih berfungsi sebagai sarana latihan intelektual dan simulasi dialog ilmiah. Di dalam laboratorium diskusi, mahasiswa dilatih untuk mengolah ide, menyampaikan gagasan secara sistematis, menanggapi pendapat orang lain dengan argumentasi yang logis, serta membangun kesepahaman dalam sebuah forum. Fungsinya tidak hanya untuk memperkuat pemahaman terhadap teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga untuk membiasakan mahasiswa menghadapi dinamika diskursus publik yang sering ditemui dalam praktik administrasi dan kebijakan. Dengan demikian, laboratorium diskusi berperan penting dalam menumbuhkan budaya ilmiah, keterampilan komunikasi, dan kemampuan problem solving yang menjadi bekal utama bagi mahasiswa dalam dunia akademik maupun profesional.