
Program Studi Administrasi Negara Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari dinamika perkembangan pendidikan tinggi vokasional di Indonesia. Awalnya, program ini berdiri dalam bentuk Program Diploma III (DIII) Administrasi Negara, yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH). Pendirian program studi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan tenaga profesional tingkat menengah di bidang administrasi publik, khususnya untuk mendukung kinerja birokrasi pemerintahan, organisasi sektor publik, maupun lembaga non pemerintah yang semakin berkembang pada era reformasi. Pada fase awal, orientasi utama Program Studi DIII Administrasi Negara adalah membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis administratif, seperti penyusunan dokumen kebijakan, pengelolaan arsip dan informasi, pelayanan publik, serta manajemen perkantoran pemerintahan. Kurikulum yang disusun saat itu lebih menitikberatkan pada keterampilan vokasional dibandingkan dengan landasan teoritis, sehingga lulusannya banyak terserap di lembaga pemerintah daerah, instansi vertikal kementerian, maupun sektor swasta yang membutuhkan tenaga administrasi profesional.
Sejalan dengan perubahan kebijakan pendidikan tinggi dan kebutuhan pasar kerja yang menuntut lulusan dengan kompetensi lebih luas, Unesa mulai melakukan transformasi akademik. Salah satu langkah penting adalah pengembangan jenjang studi ke tingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, Program Studi DIII Administrasi Negara kemudian bertransformasi menjadi Program Studi Diploma IV (DIV) Administrasi Negara, dengan tujuan menghasilkan tenaga ahli madya tingkat lanjut (setara sarjana terapan) yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan analisis, perencanaan, dan manajerial. Transformasi tersebut diperkuat dengan lahirnya kebijakan nasional terkait penguatan pendidikan vokasi di Indonesia. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada waktu itu mendorong universitas-universitas untuk mengembangkan jalur vokasional secara lebih sistematis. Menyambut kebijakan tersebut, Universitas Negeri Surabaya mengambil langkah strategis dengan melakukan restrukturisasi kelembagaan, yakni membentuk Fakultas Vokasi sebagai wadah khusus bagi program-program diploma dan sarjana terapan. Perubahan besar terjadi pada tahun 2019, ketika Program Studi DIV Administrasi Negara resmi dialihkan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) ke dalam Fakultas Vokasi. Peralihan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menegaskan identitas program studi sebagai bagian dari pendidikan vokasional.
Sejak saat itu, program studi semakin diarahkan untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik lapangan, kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta, serta implementasi kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Dengan perjalanan panjang tersebut, Program Studi Administrasi Negara Unesa kini meneguhkan diri sebagai salah satu prodi unggulan di Fakultas Vokasi. Fokus utama tidak hanya pada penguasaan keterampilan administratif, tetapi juga pada pengembangan kompetensi inovasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah dalam tata kelola pemerintahan serta manajemen publik. Lulusan program ini diharapkan mampu bersaing di era global, mengisi kebutuhan tenaga profesional vokasional, sekaligus berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.